Trending Eropa, Obat Corona dari Bahan Herbal?

Artikel Terkait

Echinacea Purpurea disinyalir menjadi angin segar pada penelitian obat yang dilakukan di Inggris. Dalam jurnal kesehatan, mereka menyatakan bahwa multivitamin dan obat yang mengandung ekstrak bunga yang tumbuh liar di Swiss ini mampu membunuh COVID 19 yang ada dalam tubuh.

Echinacea-Purpurea
Echinacea Purpurea digadang-gadang sebagai prevensi herbal terhadap COVID 19?

Sejak kemarin, populer di Negeri tempat tinggal saya tentang produk yang berhasil membunuh COVID-19.

Eits, jangan semangat dulu. Obat ini baru berhasil membunuh virus penyebab pandemi ini di dalam tabung uji coba laboratorium. Belum diujikan ke manusia.

Obat keluaran A. Vogel dari Swiss ini mengklaim bahwa uji coba laboratorium menunjukkan bahan aktif yang terbuat dari tanaman bunga herbal berhasil membunuh Coronavirus.

Dalam ujicoba tersebut, peneliti Swiss menggunakan jaringan kultur dari saluran pernapasan atas. Jaringan yang diambil dari berbagai relawan tersebut kemudian diinfeksi dengan patogen Coronavirus di wadah ujicoba. Selanjutnya, jaringan sampel ini mendapatkan ‘perawatan’ dari obat orang Swiss ini.

Hasilnya?

Peneliti mengklaim bahwa obat yang sudah dipakai oleh warga Swiss dan Jerman sejak dulu ini bisa membunuh Coronavirus yang berada di tabung ujicoba.

Luar biasa, ya?

Obat ini terbuat dari tanaman herbal yang umum digunakan di Swiss sebagai home remedy untuk perawatan flu, demam, dan influenza.

Grippe, Influenza Jerman

Flu di Eropa lebih ganas. Kalau di Indonesia, paling hanya masuk angin saja. Di Eropa, influenza bisa lebih parah dan tanaman inilah yang digunakan sebagai perawatan ketika mengalami gejala awal influenza.

Selain COVID-19, obat ini juga digunakan untuk perawatan SARS tahun 2002 dan MERS di timur tengah. Sayangnya, bagaimana obat ini sebenarnya bekerja masih menjadi misteri.

Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh antiviral obat yang terbuat dari ekstrak tanaman ini hanya berhasil jika terjadi kontak langsung antara bahan aktif dan virus.

Seperti biasa, media sosial Jerman dan Swiss langsung merespon berita ini. Hype pembelian produk ini merajalela di mana-mana dan produk langsung habis.

Ya, produk ini memang sudah dijual di apotek Jerman dan Swiss sejak sebelum COVID-19 ada. Warga berbondong-bondong membeli dan membahas obat ini, menjadikan trending topic nomor satu di Eropa dalam semalam.

Iseng-iseng, saya cek keberadaan obat ini di Indonesia, dan ternyata memang ada. Sedikit yang jual tapi ada.

Efektivitas obat ini untuk melawan Coronavirus baru terbukti di laboratorium. Dosis yang tepat untuk melawan Coronavirus dalam tubuh manusia belum diketahui.

Semoga saja penelitian segera dilanjutkan lebih dalam agar pandemi ini segera berakhir.

More on this topic

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Populer

15 Makanan Khas Jerman, Nomor 4 Sudah Mendunia

Makanan khas Jerman termasuk yang jarang disukai banyak orang. Kalau ada orang asing yang berkunjung ke Jerman, mereka akan bilang bahwa makanan...

Trending Eropa, Obat Corona dari Bahan Herbal?

Echinacea Purpurea disinyalir menjadi angin segar pada penelitian obat yang dilakukan di Inggris. Dalam jurnal kesehatan, mereka menyatakan bahwa multivitamin dan obat...

Rasanya Tinggal di Jerman untuk Emak-emak

Seperti apa rasanya tinggal di Jerman sebagai ibu rumah tangga yang hobi ngeblog seperti saya? Meskipun saya belum memiliki anak sehingga tidak...