Orang Jerman Tidak Bisa Masak Nasi?

Artikel Terkait

Dengan makanan pokok kentang dan gandum, benarkah orang Jerman tidak bisa masak nasi? Berikut ini pengalaman saya dalam menanak nasi di Jerman.

Nasi-di-Jerman
Ada berbagai nasi di Jerman yang tersedia, begitu pula cara menanaknya

Baru-baru ini, BBC Food meluncurkan video cara memasak Nasi Goreng yang berhasil membuat seantero warga benua Asia protes.

Dalam video tersebut, menampilkan Chef Patel yang memasak nasi dengan takaran 1 gelas beras dicampur dengan 2 gelas air, dan beras tidak dicuci terlebih dulu.

Tidak hanya itu, Chef Patel membuang air sisa rebusan nasi dan membilas nasi tersebut dengan air dingin.

Masak nasi, kok seperti masak pasta?

Di akhir video, tampak bahwa nasi tersebut terlihat belum matang.

Kami orang jawa menyebutnya “mlethis”, yaitu nasi yang tidak matang sempurna dan tidak enak dikunyah sama sekali.

Hmm, sebenarnya, bagaimana orang Barat menanak nasi?
Berikut ini saya jabarkan pengalaman saya di Jerman dalam menanak nasi.

#1 Jenis-jenis Beras di Jerman

Tentu ada banyak jenis beras di Jerman yang saya tidak hapal namanya. Biasanya, beras-beras ini mudah ditemukan di Toko Asia.

Beberapa orang Asia yang saya kenal lebih suka beli beras di Toko Asia. Katanya, harganya lebih murah dan berasnya lebih enak. Tapi memang harus dibeli satu karung.

Kalau saya, lebih suka beli beras di Discounter atau Supermarket karena kemasannya lebih kecil. Ada dua jenis beras yang ditawarkan, yaitu Jasmine Rice dan Basmati Rice.

Untuk 1kg beras, harganya berkisar 2€ atau sekitar Rp 30.000. Ada juga beras lainnya yang berbeda merk, yaitu merk Uncle Ben’s. Untuk 500gr beras, harganya 4€ atau sekitar Rp 60.000.

Mahal, ya?

#2 Cara Masak Beras ala Orang Jerman

Rumah tangga di Jerman tidak punya Rice Cooker, kecuali salah satu suami atau istri adalah orang Asia.

Eh, jangan salah. Saya juga tidak punya Rice Cooker, sih. Karena dapur saya sudah penuh dengan perabotan. Selain itu, saya dan suami jarang sekali makan nasi.
Tapi kadang, ingin juga makan nasi.

Nah, karena tidak punya Rice Cooker, saya ikuti panduan menanak nasi di kemasan beras yang dijual.

Dalam panduan tersebut disebutkan bahwa setiap 1 cangkir beras, harus ditambahkan 2 cangkir air. Tidak ada panduan bahwa beras harus dicuci.

Memang dasar saya penasaran, saya ikuti saja panduannya dengan tidak mencuci beras.
Lalu, disebutkan bahwa beras direbus dalam panci dengan api sedang.

Nah, bagaimana nasi saya setelah saya ikuti panduan tersebut?

Gosong di bagian bawah, dan nasi tidak matang di bagian atas. Plus, ada sedikit “busa” putih yang muncul karena tidak dicuci.

#3 Beras dimasak Bersama Plastik

Masih ingat merek Uncle Ben’s yang saya sebutkan tadi? Di kardus kemasan, disebutkan bahwa beras dimasak bersama kemasan plastiknya, dan tambahkan air sekian banyak.

Saya pikir, “Lho, ini beneran?”

Lagi-lagi karena penasaran, saya ikuti panduan kemasan tersebut.

Beras Uncle Ben’s termasuk unik. Dalam kemasan 500gr, terdapat 4 bungkus plastik berisi beras yang menurut mereka adalah porsi makan satu orang.

Ha, mereka tidak tahu kalau orang Indonesia bisa makan nasi lebih dari itu.

Yang paling membuat saya mengernyitkan dahi adalah plastik ini harus dimasak bersama beras di dalamnya, kata petunjuk masak yang tertera di kemasan.

Lalu, gimana hasil nasi saya?

Tentu saja “mlethis”. Saya masak kembali nasi tersebut dan tambahkan air mendidih lagi supaya nasi bisa terselamatkan.

#4 Menanak Nasi dengan Panci

Sebagai orang jawa, saya terbiasa memasak nasi dengan cara direbus, lalu dikukus.

Di Jerman, saya harus menyesuaikan dengan keadaan. Maka, jadilah saya menanak nasi dengan panci seadanya.

Saya putuskan bahwa panduan menanak nasi di kemasan beras yang dijual di Jerman salah kaprah, lalu saya menanak nasi dengan cara saya sendiri.

Pertama, saya takar beras menggunakan gelas, lalu saya cuci. Berikutnya, saya tambahkan air dengan ukuran 1:2.

Memang orang Jerman suka segala hal dengan pasti. Mereka tidak mengerti cara masak orang asia yang menakar air beras dengan jari.

Bahkan menyeduh teh pun, mereka gunakan takaran pasti.

Ribet ya?

Kembali ke nasi saya. Beras yang sudah dicuci dan diberi air saya masak dengan api sedang hingga mendidih. Setelah mendidih, saya kecilkan api hingga airnya terserap.

Terakhir, saya matikan api dan biarkan tanak di atas kompor yang masih hangat. Karena saya pakai kompor induksi, sisa panas kompor masih terasa meskipun sudah dimatikan.

Dengan cara ini, barulah saya bisa menanak nasi seperti menggunakan Rice Cooker.

#5 Kelebihan Beras di Jerman

Kalau saya bandingkan, beras di Jerman lebih bersih. Tidak ada kerikil yang suka menyelip atau gabah. Benar-benar bersih.

Mungkin karena alasan ini beras tidak perlu dicuci.

Selain tingkat kebersihan, saya rasa tidak ada lagi kelebihannya. Setahu saya, beras di Jerman kebanyakan import dari Thailand, India, dan Bangladesh.

Penutup

Orang Asia sudah pandai menanak nasi sejak kelas 5 SD. Di usia yang sama, anak-anak Eropa sudah pandai membuat roti gandum.

Memang karena makanan pokok yang berbeda-beda, keahlian masaknya pun berbeda.
Tidak salah jika orang Barat jarang bisa menanak nasi dengan sempurna, panduannya saja begitu.

Eh, tapi mungkin saya juga yang tidak bisa mengikuti panduan dengan tepat. Hehehe…
Karena alasan ini, sering saya menyajikan nasi dan kare India yang tidak pedas sebagai jamuan tamu. Karena nasi dan kare termasuk kuliner Asia yang disukai.

Kalau beli, harganya sekitar 10€ per porsi atau sekitar Rp 150.000. Makanya, saya sering mengundang teman-teman untuk datang dan mencicipi masakan Asia.

Meskipun banyak juga orang Jerman yang heran dengan tingginya konsumsi nasi orang Asia.

Bahkan suami saya sendiri kadang heran lihat saya makan nasi tiga kali sehari.

“Apa nggak bosan?” tanyanya.

Bosan sih, tidak. Memang saya juga harus menyesuaikan lidah dengan masakan Eropa karena harga bahan makanan masakan Asia cukup mahal. Tapi kadang, saya kangen rasa nasi di lidah.

Insya Allah lain kali saya ceritakan tentang kuliner Eropa. Mudah-mudahan diberi umur panjang dan kesehatan supaya bisa terus nulis.

Selamat makan nasi! Jangan lupa berbagi.

More on this topic

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Populer

Orang Jerman Tidak Bisa Masak Nasi?

Dengan makanan pokok kentang dan gandum, benarkah orang Jerman tidak bisa masak nasi? Berikut ini pengalaman saya dalam menanak nasi di Jerman.

Apartemen di Jerman: Perbedaan Tempat Tinggal yang Harus Kamu Tahu

Rumah tinggal di Indonesia punya ciri-ciri khusus, begitu pula rumah dan apartemen di Jerman. Arsitektur rumah di Indonesia punya desain khas yang...

5 Karakter Khas Orang Jerman

Tinggal di Jerman, dikelilingi orang Jerman, tentu membuat saya jadi paham karakter khas orang Jerman. Anggapan bahwa orang Jerman berkarakter dingin, keras,...