#NoIndonesianGirls dan Indonesia yang Minim Privasi

Artikel Terkait

Gerah dengan kelakuan cewek-cewek Indonesia, Bule ramai-ramai membuat tagar #NoIndonesianGirls yang langsung populer di media sosial.

NoIndonesianGirls-Hashtag
#NoIndonesianGirls populer di media sosial karena kelakuan wanita Indonesia yang norak

Tahu tidak? Ada tagar yang sedang trending di jagat maya. Tagarnya pun bukan hal positif. Orang kulit putih atau yang biasa kita sebut Bule (baca: boolay) ramai-ramai menggunakan hashtag ini di profil media sosial mereka.

#NoIndonesianGirls

Why?

Masih ingat kelakuan netizen yang menuliskan komentar tidak pantas ke kolom Instagram Prince Mateen dan salah satu atlet ASEAN Games?

Saya yakin, beberapa warga jagat maya masih ingat tentang persekusi online ala Indonesian Girls yang ditujukan kepada salah satu aktor The World of The Married.

Tapi, yang menjadi penyebab Bule-bule tersebut menerbitkan tagar #NoIndonesianGirls adalah tidak adanya privasi ketika mereka berhubungan secara online dengan Indonesian Girls.

Cewek-cewek Indonesia ini berteman dengan Bule-bule dari luar negeri, lalu ketika Bule-bule tersebut mengirimkan pesan yang lucu atau romantis, cewek-cewek ini mengupload foto percakapan mereka untuk dijadikan konten Instagram, Twitter, atau Tiktok.

Karena kelakuan cewek-cewek pubertas yang suka screenshot percakapan privat tanpa ijin, banyak orang luar negeri yang akhirnya gerah dengan kelakuan mereka dan menyamakan status wanita Indonesia dengan pria India.

Wanita Indonesia – Pria India

Indonesian Girls = Indian Male.

Wow, pencapaian yang luar biasa rendah.

Dulu, ada istilah Bule Hunter. Yaitu julukan untuk wanita Asia yang selalu mengejar bule. Kini, ada istilah Bule Thirsty, ditujukan untuk cewek-cewek prematur dari Indonesia yang bersosial media semau mereka. Mengumbar privasi percakapan hingga mengupload foto atau video yang jelas-jelas ditujukan untuk satu orang, bukan untuk diupload kembali dan dijadikan konten.

Orang barat sangat menjaga privasi. Membagikan nomor kontak teman saja harus seijin teman yang bersangkutan. Suami saya yang Bule sering sekali mengeluh karena privasinya terjamah ketika di Indonesia.

Privasi di Indonesia yang… memang tidak ada!

Bahkan sekelas pelayanan hotel berbintang saja, mereka harus diingatkan bahwa privasi bagi warga negara asing adalah hal krusial. Suami saya sempat marah-marah karena difoto ketika check-in di hotel. Alasan petugas hotel, untuk membuktikan bahwa karyawan hotel bekerja serius.

Tapi suami saya tidak terima. Dia minta saat itu juga untuk dihapus.

Bayangkan, hotel yang kami singgahi bukan hotel kaleng-kaleng kelas melati. Tapi karyawan yang bertugas seenaknya mengambil foto tanpa ijin. Masa sih, karyawan hotel berbintang 4 tidak menerima pelatihan tentang privasi?

Pernah ketika kami di rumah sakit, kami difoto dan divideo tanpa ijin.

Banyak juga kisah dari suami saya ketika beliau mengirimkan foto kami berdua ke orang tua Indonesia, lalu orang tua malah mengupload foto kami ke sosial media, padahal kami berdua berusaha menghindari adanya foto wajah kami di media sosial.

Ini membuat suami saya parno setiap kali di Indonesia dan tidak bersedia di foto oleh siapapun kecuali menggunakan ponselnya sendiri.

Orang Barat Sangat Menghargai Privasi

Now, mari kita belajar tentang privasi:

1) Kalau ada teman Anda yang bercakap-cakap yang sifatnya privat dengan Anda di media sosial, jangan main screenshot tanpa ijin lalu diupload di media sosial. Percakapan tersebut ditujukan untuk Anda seorang, bukan seluruh dunia.

2) Kalau ada teman Anda yang mengirimkan Anda foto yang menampilkan wajah seseorang, minta ijin orang tersebut kalau ingin membagikannya dengan orang lain. Lagi-lagi, orang tersebut mempercayai Anda untuk menyimpan foto tersebut. Jangan disebarkan!

3) Intinya, apapun yang Anda terima dari seseorang meskipun secara digital di jagat maya, IJIN adalah hal nomor satu yang harus Anda pikirkan sebelum bersosial media. Tanpa ijin, Anda baru saja melukai privasi seseorang. Kalau Anda lakukan ini di negera mereka, orang tersebut bisa menuntut Anda.

Bagi cewek-cewek Indonesia yang ingin punya kenalan atau bahkan suami Bule, sikap adalah cara kalian memenangkan hati seorang warga negara asing. Kalau kalian ingin punya kontak dengan Bule hanya sekedar untuk pamer, kebanggan, dan social climbing, sadari bahwa kalian akan jatuh bahkan sebelum mencapai puncak.

Bule tidak semegah yang kalian pikirkan. Bule tidak semenarik yang kalian kira. Berhenti merendahkan diri sendiri dan berdirilah di atas kaki Indonesia kalian. Orang Bule sama seperti kita, bahkan mungkin, kalian akan bersyukur lahir dan besar di Indonesia, bukannya menjadi Bule.

Bagi kami yang sudah berhubungan langsung dengan Bule setiap hari, kelakuan kalian yang memamerkan Bule kenalan kalian itu membuat kami iba pada kalian dan Bule yang berhubungan dengan kalian.

Why?

Karena kalian masih termakan bungkus ‘ganteng dan putih’-nya orang Bule.

Manusia sama seperti telur. Ada yang cangkangnya putih dan cokelat. Tapi kalau kalian pecahkan telur tersebut, isinya sama saja, kan?

So, buat apa membanggakan interaksi kalian dengan Bule?

More on this topic

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Populer

Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Menikahi Muslimah Bule

Wanita Eropa memang memiliki peson tersendiri. Tak jarang, banyak yang ingin punya pasangan Bule. Berbagai alasan menjadi dasar pilihan menikahi wanita asing,...

Orang Jerman Tidak Bisa Masak Nasi?

Dengan makanan pokok kentang dan gandum, benarkah orang Jerman tidak bisa masak nasi? Berikut ini pengalaman saya dalam menanak nasi di Jerman.

Hidup di Jerman: Standar Miskin & Kaya

Hidup di Jerman tidak jauh beda kalau sudah menyangkut kebutuhan. Tapi kalau bicara soal standar, banyak perbedaan antara standar hidup di Jerman...