Kenapa Gaji Kamu di Jerman Kecil Banget

Artikel Terkait

Seorang kawan dari Amerika Serikat pernah bertanya, kenapa gaji di Jerman kecil banget? Alasannya karena 40% gaji kamu harus dibayarkan ke pemerintah untuk mendukung jalannya jaminan sosial.

Gaji-di-Jerman-Kecil
Dibandingkan dengan negara maju lainnya, gaji di Jerman di atas kertas termasuk kecil.

Gaji seorang profesional dengan gelar Master atau Diplom di Jerman sekitar 4.000€. Tapi 40% atau sekitar 1.600€-nya menguap tak bersisa dan nggak bakal kamu lihat selamanya.

Kemana perginya uang tersebut?

Jawabannya: pajak dan jaminan sosial.

Jerman memiliki Gini coefficient yang lebih rendah. Artinya, yang kaya nggak kaya banget, tapi yang miskin jauh lebih baik. Sebabnya, karena sistem kesejahteraan sosial yang sudah berjalan sejak 1889.

Sistem ini didesain oleh Kanselir Jerman saat itu, Otto von Bismarck, dan masih terus berjalan sampai hari ini. Inilah yang menjadi standarisasi miskin dan kaya di Jerman.

Penyokong sistem kesejahteraan sosial ini adalah para pekerja, perusahaan, dan pebisnis di Jerman yang berkontribusi sekitar 14% ~ 40% dari gaji mereka.

Apa saja yang harus dibayar setiap kali kamu gajian di Jerman dan kemana larinya uang tersebut?

Pajak di Jerman

Jerman menerapkan pajak progresif federal. Hanya ada satu pajak, yaitu pajak federal.

Kalau penghasilan kamu di Jerman kurang dari 9.000€ per tahun, kamu tidak perlu bayar pajak. Kalau sudah di atas angka tersebut, kamu harus bayar pajak mulai dari 15%. 

Ketika gaji kamu sudah di angka 55.000€ per tahun, kamu harus bayar pajak sebesar 42%. Sementara untuk orang-orang dengan gaji 250.000€ per tahun, pajak yang dibayarkan sebesar 45%.

Kalau dihitung kasar, hasilnya akan seperti tabel di bawah.

Pendapatan/tahunPajak yang harus dibayar
10.000€0%
25.000€15%
45.000€25%
110.000€35%
Tabel perkiraan pendapatan dan jumlah pajak yang harus dibayar (overly simplified)

Slip gaji kamu akan lebih tinggi dari perkiraan di atas karena kamu harus bayar iuran-iuran di bawah ini;

  • Solidaritätszuschlag
    Sejak 1991, pemerintah Jerman mewajibkan pembayaran biaya tambahan solidaritas untuk membangun Jerman Timur. Besaran Solidaritätszuschlag ini 5.5% ketika kamu mendapat gaji cukup untuk membayar pajak hingga 25%. Menurut Bundesregierung, pajak ini sudah dihapuskan sejak Januari 2021.
  • Kirchensteuer
    Pajak gereja sebesar 8% wajib dibayar kalau kamu anggota gereja Katolik, Lutheran, atau Yahudi. Uang ini dibayarkan ke komunitas, ya. Nggak masuk kas negara.

Bos (Arbeitgeber) kamu langsung membayar pajak-pajak ini. Jadi, kamu nggak bakal bisa lihat uang pemerintah tersebut. 

Pada akhir tahun, kamu buat laporan pajak tahunan, dan kantor pajak (Finanzamt) bakal menghitung, apakah kamu bayar pajak kebanyakan, atau kurang.

Kalau lebih, uang kamu bakal di-transfer balik dari Finanzamt. Kalau kurang, kamu diminta bayar lebih.

Untuk suami-istri yang pernikahannya sah, tercatat oleh negara dan diakui, jumlah pajak yang dibayarkan bisa naik atau turun, tergantung situasi pekerjaan pasangan tersebut.

Pendapatan bebas pajak untuk pasutri sekitar 18.000€. Jadi kalau pendapatan keduanya digabungkan dan masih kurang dari 18.000€ per tahun, mereka tidak perlu bayar pajak.

Kalau ikut aturan gender role tradisional, istri di rumah ngurus anak dan suami bekerja, pajak yang dibayarkan bisa lebih sedikit lagi.

Jaminan Sosial

Selain pajak, kamu harus bayar jaminan dan asuransi sosial. Jaminan ini benar-benar iron-clad dengan hukum fardu ‘ain yang mencakup;

  • Krankenversicherung alias asuransi kesehatan untuk membayar biaya rumah sakit, obat, dan dokter kalau kamu sakit.
  • Pflegeversicherung alias asuransi perawatan jangka panjang untuk membiayai kamu di masa tua dan harus tinggal di panti jompo.
  • Arbeitslosengeld alias unemployment benefit yaitu uang yang berhak kamu terima kalau kamu di usia produktif tapi nggak punya kerjaan atau kehilangan pekerjaan.
  • Rentenversicherung alias asuransi pensiun untuk membayar gaji kamu ketika pensiun.

Jaminan-jaminan tersebut berkisar sampai 40% dari gaji kotor kamu. Kalau kamu kerja ikut orang (jadi karyawan), biaya ini dibagi dua. 

Kamu dan bos kamu bayar masing-masing 20%. Jadi, kalau kamu karyawan, jaminan sosial yang harus kamu bayar mencapai 20%.

Sedangkan kalau Anda seperti saya yang seorang freelancer, maka harus bayar semuanya sendirian yaitu 40%. 

Setiap 10€ yang saya dapat dari bekerja di Jerman, 4€-nya nggak pernah saya lihat lagi.

Yap. saya sudah sering nangis di pojokan.

Oleh sebab itulah, jarang orang mau jadi freelancer di Jerman karena benefit yang didapat sangat-sangat kurang.

Misalnya saja, kamu jadi freelancer dengan tarif dasar (udah kayak listrik) 25€ per jam. Maka, rechnung (tagihan/invoice) yang harus kamu terbitkan minimal seperti ini:

Item(s)Price
Jasa SEO (01 Februari 2021 – 01 Februari 2022)10.000€
VAT 19%1.900€
Total11.900€
Contoh Rechnung atau Invoice yang dibuat oleh freelancer

VAT adalah pajak atau PPN yang kalau di Indonesia cuma 10%. Wajib dibayarkan di akhir bulan. 

Memang, total uang yang kamu terima sekitar 11.900€, tapi yang bener-bener masuk ke kantong cuma sekitar 6.000€ kalau kamu freelancer

Sisanya melayang untuk pajak. Hahaha…

Manfaat Jaminan Sosial di Jerman

  • Biaya perawatan kesehatan. Nggak 100% gratis, tapi sangat bermanfaat kalau kamu sakit dan dirawat di rumah sakit. Opname paling bayar 5€ per hari dan biaya medis tercover hampir seluruhnya.
    Pengalaman saya, vaksin gratis, obat mahal seharga total 300€-an hanya perlu saya bayar 10€, biaya kesehatan gigi juga gratis.
    Memang, tidak semua gratis. Ada beberapa prosedur yang memang harus bayar atau didiskusikan oleh dokter dengan Krankenkasse (kantor asuransi).
  • Arbeitslosengeld. Yaitu uang yang kamu dapat ketika kehilangan pekerjaan. Kamu bakal menerima uang yang kurang lebih sama dengan gaji kamu di pekerjaan sebelumnya, selama 3 sampai 6 bulan. Setelahnya, kamu dapat uang yang cukup untuk memenuhi basic living cost.
  • Uang pensiun. Besarannya tergantung berapa lama kamu kerja dan total pendapatan kamu.

Ketika pendapatan kamu sudah di atas 55.000€ atau 78.000€ (tergantung jaminan sosial mana yang kita bicarakan), maka kamu harus membayar jaminan sosial premium dengan biaya tertinggi.

Manfaat jaminan sosial premium ini antara lain;

  • Biaya perawatan kesehatan. Hampir segala yang mencakup tindakan medis, semuanya tercover dengan pengecualian. Misalnya kamu ingin perawatan yang lebih high-end (higher-quality-than-strictly-necessary) di rumah sakit, maka kamu harus bayar biaya lebihnya. Asuransi hanya membayar biaya mid-end yang dibutuhkan.
  • Arbeitslosengeld hingga 12 bulan.
  • Uang pensiun dengan rumus sama seperti jaminan sosial standar.

Pajak Lainnya

So, gaji bruto kamu 4.000€, dan kamu terima bersih 60%-nya karena harus bayar pajak. Kurang lebih, kamu terima 2.400€ ke rekening, bersih. Siap untuk dibelanjakan.

Ingin beli iPad Pro baru, jaket kulit baru, atau mungkin mesin cuci baru. Uang 2.400€ buat hidup suami istri anak 2 pasti cukup lah. Meski 40% gaji kamu sudah invisible, paling nggak masih ada 60% buat dibelanjakan.

Ha! You think!

Masih ada pajak-pajak lainnya yang harus kamu bayar.

#1. Pajak tanah

Dibayar oleh pemilik atau penyewa rumah. Kalau kamu tinggal di rumah sewa seperti apartemen di Jerman, biasanya sudah masuk ke biaya Nebenkosten atau biaya tambahan.

#2. Pajak kendaraan

Kalau kamu punya mobil, kamu harus bayar pajak kendaraan. Jumlah pajak yang kamu bayar tergantung dengan tingkat polusi yang mobil kamu hasilkan dan jenis mesin.

Pajak ini besarannya bisa mulai 20€ hingga ratusan Euro per tahun.

#3. Pajak anjing

Wajib dibayar kalau kamu punya anjing. Biasanya beberapa ratus Euro per tahun. Anjing yang jenisnya berbahaya biasanya bayar lebih mahal.

#4. Pajak Capital-gain

Kalau Anda punya saham dan capital gain yang Anda dapat lebih dari 800€ per tahun, Anda wajib bayar pajak hingga 25%.

#5. VAT (PPN)

Semua barang dan aktivitas jasa yang menghasilkan uang wajib dikenai VAT. Umumnya sekitar 19%, tapi ada juga beberapa barang dan jasa yang hanya 7%. Misalnya saja produk sembako dan makanan di Jerman, VAT hanya 7% dan di masa pandemi Coronavirus kemarin sempat turun ke 3,5%.

#6. Pajak TV

Rundfunkbeitrag adalah pajak yang harus kamu bayar kalau kamu punya TV. So, hampir semua orang di Jerman bayar pajak ini. Pajak TV besarannya sekitar 200€ per tahun dan digunakan untuk membiayai saluran TV dan radio milik negara.

Gaji Kamu di Jerman Kecil

Besarnya pajak yang kamu terima di Jerman memang bikin gaji kamu terlihat kecil. Tapi sebenarnya, kecil kemungkinan kamu bangkrut ketika kamu sakit parah.

Misalnya saja di Amerika Serikat, gaji yang kamu terima bisa saja besar dibandingkan dengan gaji di Jerman. Tapi AS bukan negara sosial. Ketika kamu sakit dan nganggur, semua harus kamu tangani sendiri.

Negara nggak bakal kasih kamu uang apalagi ngasih pelayanan kesehatan gratis.

Umpamakan saja seperti Indonesia, misalnya. Gaji kamu 50 juta bersih selama sekian tahun. Lalu kamu sakit parah, harus dirawat di rumah sakit, dan berhenti dari pekerjaan.

Otomatis, income kamu berhenti karena kamu berhenti kerja, biaya rumah sakit harus dibayarkan (kalau asuransi swasta yang kamu ikuti mau bayar, alhamdulillah), dan ketika kamu sembuh, kamu harus cari kerja lagi.

Sekarang, bandingkan di Jerman, dengan kasus dan gaji yang sama.

Kalau kamu sakit dan masih terikat kontrak kerja dengan perusahaan, perusahaan wajib membayar gaji kamu penuh meskipun kamu sakit. 

Asuransi kesehatan wajib dimiliki dan mereka yang akan membayar biaya pengobatan kamu. Setelah sembuh, perusahaan harus menerima kamu kembali sampai kontrak kerja selesai. 

Kalaupun perusahaan memberhentikan kamu, kamu akan dapat Arbeitslosengeld setara gaji di perusahaan tersebut, setidaknya selama 3 sampai 6 bulan.

Meskipun tidak setiap kasus seperti itu, tapi kamu bisa bayangkan perbedaannya.

Gaji di Jerman kecil karena kamu mendapat manfaat jangka panjang, bahkan hingga ke masa tua. Angka harapan hidup orang Jerman rata-rata 84 tahun.

Pemerintah Jerman sudah memperhitungkan kalau kamu mencapai usia tersebut, maka kamu sebaiknya tinggal di panti jompo dan dirawat oleh orang-orang yang dibayar oleh negara.

Uang untuk perawatan kamu itu ya berasal dari pajak yang kamu bayarkan sewaktu muda.

So, di atas kertas, gaji kamu di Indonesia terlihat lebih tinggi. Namun seiring waktu, gaji di Jerman mulai menampakkan manfaatnya. 

Inilah sebab gaji kamu di Jerman kecil, karena kamu berinvestasi untuk masa depan dan jaminan hari tua.

Sistem Sosial Jerman akan Kolaps?

Mungkin sekarang kamu berpikir, tinggal di Jerman seperti tinggal di Utopia. Memang pajak yang dibayarkan tinggi, tapi negara merawatmu dengan menggelontorkan uang.

Sayangnya, banyak orang meragukan kalau sistem ini akan terus berjalan. Kenapa?

Karena banyak welfare leeches alias orang-orang yang malas kerja dan hobinya minta uang dari pemerintah dengan berbagai cara.

Mereka adalah orang-orang yang pandai mencari dan memanfaatkan loophole soal aturan uang sosial, dan mendapat uang dari negara tanpa kerja.

Bayangkan saja.

Suami istri tidak bekerja, keduanya dapat uang minimal 400€ per bulan. Lalu keduanya punya 3 orang anak. Tiap anak mendapat uang 200€ sampai usia 18 atau 25 tahun.

Jumlah yang keluarga tersebut dapatkan sekitar 1.000€ per bulan hanya dengan mengklaim uang sosial yang paling mudah diklaim. 

Kalau mereka mengklaim uang sosial lain, dengan sedikit usaha, mereka bisa dapat 2.500€ bersih per bulan, bebas pajak.

Meskipun contoh di atas hanya ilustrasi, faktanya memang ada keluarga kecil yang suami-istri tidak bekerja tapi bisa tinggal di apartemen 4 kamar dengan biaya sewa 1.400€ per bulan.

Seperti Apa Rasanya Dapat Uang Sosial?

Sejauh ini, saya dan suami baru pernah mengklaim Arbeitslosengeld satu kali sejak kami menikah. Kalau tidak salah, kami terima selama 3 bulan. Setelah suami dapat kerja, kami mengembalikan lagi uang tersebut.

Saya belum belajar tentang variasi Arbeitslosengeld karena ada beberapa kelas yang mungkin kamu terima. Kelas yang saya tahu yaitu sistem pinjam yang harus kamu kembalikan dalam waktu tertentu tanpa bunga.

Ini yang dulu kami peroleh.

Kelas yang lain mengharuskan kamu untuk ikut seminar soal kerja, aktif mencari kerja, dan mengikuti seluruh arahan dari Job Center terkait mencari kerja.

Kalau menurut saya sih, terima uang sosial itu nggak enak. Lebih enak dapat uang hasil kerja keras sendiri. Meskipun kedengarannya seperti mimpi kalau kita dapat uang tanpa kerja, ternyata rasanya beda.

Hampa, kosong, seperti Sop Manten tanpa garam.

Bisa jadi, rasa yang hilang tersebut adalah rasa berkah dan nikmat bekerja dengan tangan sendiri untuk mencari yang halal.

Karena toh, kerja juga ibadah.

More on this topic

Komentar

  1. kayaknya pusing banget apa2 harus bayar pajak. kalo kayak saya yg gak teliti nyatet keuangan bisa2 pajak minus di akhir tahun. kondisi sekarang masih usaha perorangan, kalo sudah punya badan hukum makin pusing wkwkwk,.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Populer

Serunya Bercadar di Jerman

Mengenakan cadar di Jerman memang memiliki resiko. Beberapa berkisah, tidak ada bedanya bercadar di Eropa atau di Indonesia, sama-sama jadi korban bully...

Rasanya Tinggal di Jerman untuk Emak-emak

Seperti apa rasanya tinggal di Jerman sebagai ibu rumah tangga yang hobi ngeblog seperti saya? Meskipun saya belum memiliki anak sehingga tidak...

Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Menikahi Muslimah Bule

Wanita Eropa memang memiliki peson tersendiri. Tak jarang, banyak yang ingin punya pasangan Bule. Berbagai alasan menjadi dasar pilihan menikahi wanita asing,...