Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Menikahi Muslimah Bule

Artikel Terkait

Wanita Eropa memang memiliki peson tersendiri. Tak jarang, banyak yang ingin punya pasangan Bule. Berbagai alasan menjadi dasar pilihan menikahi wanita asing, mulai dari yang paling basic seperti paras cantik, perbaikan keturunan, hingga masalah selera. Ini dia 5 hal yang harus dipersiapkan kalau ingin mempersunting muslimah Bule.

Menikahi-Bule-Muslimah
Banyak persiapan yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk menikahi Bule muslimah

Sejak tulisan saya tentang Jerman dibagikan oleh teman-teman di Grup Facebook, saya mendapat pesan masuk dari “ikhwan” yang mengaku muslim agar mereka dikenalkan dengan wanita Bule muslimah di Eropa.

“Ya, kalau ada yang umur 18-25, Mbak. Dari Jerman, Bosnia, Tunisia, Inggris, Rusia, atau Swedia. Arab juga nggak apa-apa, deh. Yang penting muslim, mau diajak susah dan diboyong ke Indonesia. Kalau bisa sekalian yang bercadar, nggak Hafidz nggak apa-apa, tapi minimal udah 20 Juz, gitu.”

Ketika saya tanya berapa penghasilan ikhwan tersebut, beliau menjawab, “Saya kalau sebulan 7 dapet lah, Mbak.”

“Wah, 7 Juta atau 7 Milyar, nih?”

“Juta, dong,” balasnya di Instant Messenger.

“Rupiah atau dollar?” tanya saya, masih berharap positif bahwa setidaknya, ikhwan satu ini punya modal sokongan dana yang cukup.

“Masih rupiah, Mbak. Amin mungkin bisa Dollar,” timpalnya dengan emotikon tertawa.

Saya menghela napas. “Mas bisa Bahasa Asing apa?”

“Kalau bahasa Inggris, little-little lah, Mbak. Kalau bahasa Arab, dulu pernah belajar jadi ngerti, lah.”

“Wah,” tulis saya. “Kalau bahasa Inggris belum lancar, susah, Mas. Mendingan bagusin dulu bahasa Inggrisnya, atau Mas belajar bahasa Jerman dulu aja.”

“Belajar bahasa Jerman berapa ya, Mbak?” tanya ikhwan tersebut.

“Level A1 sekitar Rp 3.500.000 kalau di Institusi swasta. Kalau Les Bahasa Jerman Resmi dari Institusi Jerman seperti Goethe Institut, bisa lebih mahal. Mungkin Rp 4.500.000 untuk level yang sama. Pengajarnya biasanya penutur asli.”

Percakapan kami beralih dari biaya les bahasa ke dokumen pernikahan, tiket pesawat, hingga biaya hidup di Jerman dan Indonesia sebagai perbandingan.

Pada akhirnya, semangat ikhwan tersebut untuk menikahi Bule sedikit menurun ketika tahu biaya yang dikeluarkan ternyata cukup tinggi.

Karena penasaran dari tadi, akhirnya saya beranikan tanya, “Mas, kenapa nyari bule? Kenapa nggak Indonesia aja? Kan, banyak juga akhwat di Indonesia.”

“Akhwat Indonesia matre, Mbak.”

Saya hanya tepok jidat dalam hati. Ya, dimana-mana semua wanita memang kelihatannya matre, apalagi kalau prianya tak gablek duit.

Apa yang Harus Dipahami Mempersunting Istri Bule Muslimah?

Kalau harus saya jabarkan, banyak. Tapi setidaknya, ada lima hal yang bisa ikhwan sekalian pahami bahwa menikah beda negara meskipun satu agama memiliki tantangan yang luar biasa hebat.

Ini dia 5 hal yang harus ikhwan persiapkan sebelum menikah dengan bule muslimah Eropa.

#1 Akhlak

Di lingkungan pergaulan saya, wanita-wanita muslimah berkulit putih umumnya memiliki akhlak mulia.

Mereka tidak mau mengobrol dengan pria yang bukan mahram. Apalagi pria yang tidak dikenal.

Kenal saja kalau bukan mahram, mereka akan menjauh, bersembunyi di balik badan mahram mereka seperti Ayah, Ibu, atau Suami masing-masing.

Kalau ada pertemuan, mereka akan tanya apakah ruangan pria wanita dipisah. Jika tidak, mereka tidak akan datang.

Jika ada pria asing di dekat mereka, wanita-wanita ini akan menaikkan cadar mereka lalu berbalik, mereka tidak akan bersuara hingga pria asing tersebut menjauh atau keluar ruangan.

Kebanyakan mereka juga tidak mendengarkan musik dan tidak bersedia difoto. Mereka juga enggan keluar rumah jika tidak ada keperluan penting.

Kalau wanita seperti ini yang engkau cari, ya Ikhwani, maka perbaikilah akhlak kalian juga.

Kalau ada akhwat single yang menarik perhatian kalian, jangan langsung DM.

Cari tahu siapa mahramnya dan komunikasi lewat mahramnya.

Inilah mengapa, susah bisa punya istri bule muslimah kalau kalian masih di Indonesia dan hanya modal Facebook atau Instagram.

#2 Uang

Saya meletakkan uang sebagai alasan kedua karena suka tidak suka, menikah beda negara itu perlu biaya banyak.

Kalau belum bisa bahasa Inggris, pelajarilah bahasa Inggris hingga minimal bisa bercakap-cakap lancar dan memahami lawan bicara yang punya aksen berbeda.

Siapkan dana untuk belajar bahasa Inggris.

Kalau mengincar Bule dari negara tertentu seperti Swedia, Turki, Rusia, Inggris, atau Jerman, belajarlah bahasa negara tersebut.

Apalagi nanti jika memang mau mengajukan Visa Tinggal Bersama, harus bisa menunjukkan sertifikat kemampuan Bahasa di level minimal yang ditentukan.

Saya dulu keluar biaya Rp 7.000.000 untuk les bahasa Jerman hingga level A2, ujian sertifikasi A1 di Surabaya, plus biaya pulang pergi Jogja-Surabaya.

Belum lagi, jika memang mau menikah, harus siapkan dana untuk perjalanan dari kota domisi ke Jakarta atau Kedutaan Besar negara terkait.

Lalu, siapkan juga biaya untuk legalisir dokumen pra-pernikahan.

Itu masih belum nikah, lho ya. Pertimbangkan juga biaya tiket pesawat dari negara pasangan ke negara di mana kalian mau menikah.

Setelahnya, masih harus dipikirkan lagi hal lain seperti, mau tinggal di mana? Biaya hidupnya bagaimana?

Gaji minimum untuk bisa tinggal di Jerman, misalnya, kalau ikhwan berjodoh dengan Muslimah Eropa dan tinggal di sini, harus siap kerja kasar.

Yaitu kerja yang pakai tenaga.

Jangan khawatir. Gaji kerja kasar di sini sudah cukup untuk hidup berdua kalau irit.

Dengan 1.200 Euro atau setara 20 juta, ikhwan dan pasangan bisa tinggal di apartemen studio seharga 500 Euro sebulan.

Lalu, asuransi keluarga sebesar 185 Euro, dan biaya makan irit sekitar 150 Euro perbulan.

Masih ada sisa untuk biaya lain-lain.

Rata-rata biaya hidup keluarga Jerman, normalnya sekitar 30 juta sebulan atau sekitar 2.000 Euro.

Jadi, kalau dengan pendapatan 1.2000 Euro, ikhwan dan keluarga harus hidup irit di bawah standar normalnya orang Jerman.

#3 Pendidikan

Kalau ingin bekerja di gedung-gedung tinggi, maka bersiaplah punya gelar Master atau di atasnya seperti Dipl. (Diploma), Dr., atau PhD., karena rata-rata karyawan di sini punya gelar Master.

Persaingan sangat tinggi karena kuliah di sini gratis hingga S2, dan S2 lulusan Eropa menganggur di Jerman itu sudah biasa.

Apalagi kalau ikhwan masih S1 lulusan Kampus Swasta di Indonesia yang tidak masuk daftar DAAD dan tidak diakui di Jerman.

Kebayang, ‘kan, gimana nasib ikhwan di sini?

#4 Skin Care dan Pakaian

Setelah menikah, tentu pakaian sang istri akan jadi tanggung jawab suami. Mungkin juga termasuk skin care.

Ketahui saja bahwa skin care seperti Garnier, Nivea, dan Neutrogena itu produk rata-rata wanita Eropa.

Kalau sang istri ternyata pakai Paula’s Choice, Glossier, Lancôme, atau Estée Lauder? Tahu berapa harga facial wash dan tonernya?

H&M, Mango, dan Zalando, adalah pakaian rakyat di Jerman.

Bagaimana kalau sang Istri minta dibelikan baju dari Massimo Dutti, BOSS, atau minta tas dari Liebeskind?

#5 Boyong Istri Bule ke Indonesia

Saat ini, mungkin terlintas di pikiran kalian, ya ikhwani yang ingin punya istri bule, untuk tinggal di Indonesia saja.

Gaji 7 juta sudah bisa hidup enak di Indonesia, pikir kalian.

Kalau memang akhwatnya bersedia dan ikhwan sanggup biayai, silakan saja.

Tapi, persiapkan yang terburuk.

Akhwat Eropa terbiasa mencuci baju dengan mesin, cuci piring pakai mesin, dan bersih-bersih pakai vacuum cleaner atau Roomba.

Dapur dengan kompor 4 tungku plus oven sudah umum dimiliki.

Pertimbangkan juga cuaca Indonesia yang lembap dan panas.

Mereka mungkin akan minta dibelikan AC, dipasangkan cat tembok anti air karene geli lihat jamur yang tumbuh di dinding, dan tidak mau masak pakai wajan alumunium.

Siapkan mental kalau ikhwan mungkin akan menerima banyak komplain dari sang istri karena minimnya fasilitas yang bisa ikhwan sediakan di Indonesia.

Apalagi kalau sang istri bule masih terbiasa makan roti dan keju. Selera makan bisa jadi alasan utama biaya hidup membengkak karena terlalu sering beli minyak zaitun.

More on this topic

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Populer

Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Menikahi Muslimah Bule

Wanita Eropa memang memiliki peson tersendiri. Tak jarang, banyak yang ingin punya pasangan Bule. Berbagai alasan menjadi dasar pilihan menikahi wanita asing,...

Kuliah di Jerman, Apa yang Harus Disiapkan?

Kuliah di Jerman memang impian sebagian lulusan SMA atau Universitas. Tak jarang, orang tua juga menginginkan putra-putri mereka untuk Kuliah di Jerman....

7 Hal Berbeda Soal Tempat Tinggal di Jerman

Tinggal di Jerman berarti harus menyesuaikan dengan sistem dan mekanisme di rumah tinggal yang jauh berbeda dengan Indonesia. Apa saja perbedaannya dengan...